At first

Filed under: Halah — Ebet @ 3:39 am

So i got a letter from “from the president”

This is why i would like to be friends at first.
Kisses,
president

Be friends at first? Apa maksudna!? Opo kamsute!? What the hell does that mean!?

Be friends at first? Ga ngarti… Ora weruh… Emangnya what’s after ‘friend’?

Dasar bawel!

Filed under: Halah — Ebet @ 4:05 am

Udah di kasih panas minta ujan, di kasih ujan minta panas. Yang item pada pengen jadi putih, yang putih malah balapan sun bathing. Beberapa cewe ada yang mengeluh: “Lebih enak jadi cowo, bisa ngapain aja, bisa pergi kemana aja mereka mau, ga perlu banyak aturan. Sedang kita para cewe… boro-boro, pengen duduk aja mesti diatur…”. Sebagian dari cowo pun juga ada yang bilang kalo jadi cewe itu lebih enak… Cukup dengan sedikit kedipan aja terkadang kita para cowo yang ngerjain semua pekerjaan mereka…

Terlalu besar… jangan
Terlalu kecil… jangan
Yang sedang-sedang aja…

Sedikit cuplikan dari lagu dangdut yang mengatakan bahwa yang sedang-sedang (tengah-tengah) aja yang paling dibutuhkan. Benarkah?

Ternyata tidak sodara-sodara, suatu hal yang teramat sangat tidak mungkin sekali manusia bisa berhenti jadi makhluk paling bawel. Banyak fakta dilapangan yang ga match dengan teori ataupun lirik lagu :D

Panas & Ujan
Karena banyak yang protes dikasih panas dan ujan, terkadang dikasih yang sedang-sedang aja seperti mendung (belum tentu hujan). Eh, ternyata masih bawel juga. Ada yang bilang jadi males keluar karena takut ujan, yang lagi punya masalah dengan kulit pada ngeluh takut jamuran (panu kali yeee), lebihnya coba liat di sini.
Yang item & yang putih
Para bule yang pernah saya temui pada terkagum-kagum dengan kulit kita yang tidak hitam dan tidak juga putih. Mereka juga bilang kalo kita para asian punya kulit yang eksotis, tapi kenyataannya… produk pemutih justru lebih banyak digunakan di negara kita. why? korban iklan? putih identik dengan cakep?
Cowo & Cewe
Walaupun ga banyak yang protes masalah terlahir sebagai cowo atau cewe, tapi seringkali topik ini muncul entah itu di media massa ataupun percakapan sehari-hari. Ada juga yang ga puas terlahir sebagai cowo and vice versa. Lalu bagaimana jika terlahir sebagai pihak yang sedang-sedang saja? Seringkali keberadaan mereka malah dilecehkan. Coba tengok para (maaf) waria. Lebih banyak mana yang peduli dengan yang cuek? Ada yang pernah mencoba berpikir jika terlahir seperti mereka dan pernahkan kita mencoba menyelami perasaan mereka?

Moral of the story: Manusia itu memang makhluk yang paling bawel :D

Sedia payung sebelum ujan

Filed under: Halah — Ebet @ 2:59 am

Punya tempat tinggal dekat kampus memang menyenangkan, betapa tidak? hanya karena tiap hari “disuguhi” adegan mahasiswa/i yang berangkat dan pulang ke kampus bisa membawa kenangan saat masih kuliah dulu, apalagi saat musim hujan seperti sekarang ini… ehem… ehem…

Perjuangan menjadi pelajar / mahasiswa memang unik, ga peduli hujan gerimis ataupun yang lebat tetep aja “nekat” berangkat apalagi kalo saat menghadapi ujian semester. Untuk mahasiswi, (cewe) ada yang berangkat bergerombol dengan payung masing-masing, ada yang sharing payung dengan sohib, dan ada juga yang sendiri. Terkadang momen hujan seperti ini seringkali dimanfaatkan oleh beberapa “couple” untuk bisa se payung berdua, very nostalgic moment huh!. Bagaimana dengan mahasiswa? Uh! ternyata sampai saat ini pun mereka lebih suka berlari dari pada harus pake payung!!

Kenapa cowo ga suka pake payung? jijay-kah? nista-kah? Sedangkan buat kaum cewe, membawa payung pada saat hujan adalah sebuah keharusan, apalagi jika payung itu punya corak dan warna yang lain daripada yang lain… fashionista-kah?

Entahlah! lagian saya juga ga ingin membahas hal ini, karena sewaktu saya menduduki jabatan sebagai mahasiswa, saya termasuk golongan yang ga pernah pake payung, bukan karena nista atau yang lainnya… tapi karena emang ga punya payung dan sama sekali ga ada niat untuk membeli.

Why?
Karena pas hujan seperti ini adalah momen yang paling tepat untuk hunting!. Eit, tapi itu dulu… kalo sekarang eke mah udah tobat.

Hunting?
Iya hunting… maksudnya momen yang paling tepat untuk “menebarkan sayap” alias tebar-tebar pesona *wink*

Kok bisa?
Ya bisa lah…

Caranya?
Uhhmm… gimana yah… yang pasti waktu itu tingkat keberhasilannya sekitar 50%, tapi berhubung saat ini saya masih banyak kerjaan, so ceritanya dibikin bersambung aja yah *grin*

Tanya… kenapa?

Filed under: Halah — Ebet @ 6:05 am

“Sori kalo kelamaan, sori sori… soalnya aku ga lewat jalan biasanya, aku lewat jalan yang sana…

“Loh, kenapa? kan muter tuh… Lagian itu kan punya SIM… STNK juga dibawa kan…?”

“Iya sih…, cuman males aja urusan ama mereka, seringnya suka cari-cari sih..”

Sepertinya lebih banyak orang yang lebih suka cari alternatip jalan lain (biarpun itu lebih jaoh dan kudu muter muter) daripada harus berurusan dengan pulisi, padahal SIM dan STNK (plus KTP) lagi nangkring manis didalam dompet.

Ada apa ini?

Kalo dari pengalama pribadi sih, rata-rata mereka itu emang suka cari-cari, semua persyaratan udah lengkap, tapi masih ada aja yang salah!. Percaya atau tidak… teman saya kena tilang cuman gara-gara pake sandal jepit!. Kata pak pulisi-nya “kalo naek motor ngga bole pake sandal jepit, berbahaya bla bla bla yadda yadda yadda…”. Duh, kalo masalah ga ada kaca spion atau lampu sein kayaknya masih masuk akal deh, lha ini… cuman gara-gara sandal jepit! bwe he he..

Bulan Agustus taon lalu, ngga cuman pengendara motor, becak ama segala jenis sepeda pancal pun kena “tarik” Rp. 20.000 hanya karena ga masang bendera merah putih. Nah, lo.. emangnya pasang bendera di kendaraan itu jadi keharusan? jadi kewajiban? Setahu saya… itu tergantung dari kesadaran dari semua pengendara, mau pasang bendera di kendaran atau tidak.

Mereka (pulisi) baru brenti narik “iuran” dari pengendara setelah ada laporan yang masuk ke kapolres plus banyaknya media massa yang mengulas fenomena indah tentang kehebatan mereka dalam hal mencari kesalahan.

Memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat (meliputi aspek security, surety, safety dan peace) sehingga masyarakat bebas dari gangguan fisik maupun psykis.

Kalo ngeliat point pertama dari visi pulisi adalah memberikan aspek PEACE (kedamaian / kenyamanan), lalu kenapa masih banyak orang berkecenderungan menghindari pulisi?

Tanya… kenapa ?

Halah! Mbuh… he he he

PS : Although… yadda yadda yadda….yadda yadda. Yadda yadda-yadda yadda, yadda, yadda n yadda. So Yadda yadda yadda daa!. But I see their true point :D

M-a-l-i-n-g-!

Filed under: Halah — Ebet @ 1:56 am

Apa pekerjaan anda?

Pertanyaan yang sudah lumrah dan hampir setiap saat diutarakan, tapi adakah diantara kita yang menjawabnya seperti “Pekerjaan saya adalah maling!”.

Selain mempunyai pekerjaan tetap terkadang orang juga mempunyai pekerjaan sambilan. Lalu kalau ada pertanyaan sejenis… apakah ada yang menjawabanya seperti “Kerjaan sambilan saya yaa…. Maling!”.

In short:

  • Ga ada maling yang ngaku maling.
  • Ga ada maling yang ga marah kalo jadi barangnya ilang / dicuri.
  • Yang ada (sering) justru maling tereak maling.

Hampir semua aspek “dunia kerja” saat ini pasti mengandung unsur maling, ga peduli itu institusi pemerintah ataupun swasta. Jenis pekerjaan yang ada saat ini seperti guru, akuntan, pengacara de es be sedikit banyak mengandung unsur maling…

Fakta yang ada dilapangan,

Angka pencurian (tersembunyi, terang-terangan, dan dengan kekerasan) senantiasa meningkat dari tahun ke tahun (sumber kepolisian di kota saya :D). Curanmor pada periode Jan - Okt 2006 ada pada angka 250-an, dan pada periode sama di tahun 2007 meningkat jadi 320-an. Fantastis! Untuk kota kecil seperti tempat tinggal saya bisa dibilang dalam sehari +/- 2 kendaraan yang dicuri!.

Tapi para tukang becak dan orang-orang yang cangkruk di warung kopi justru mengatakan yang sebaliknya. “Nek saiki, duwe sepeda (motor) rodo aman mas, soale maling-maling lagi ngelirik sing liyane… Sing dadi inceran saiki kembang sing larang iku loh.. opo sih jenenge… gelombang cinta? (Anthurium*)”.

Nah, itu kalo dilihat dari sudut yang paling disorot, bagaimana fakta yang ada didunia katanya berisi orang-orang pinter?

Dari sejumlah pengguna komputer, siapa sih yang belum pernah make OS bajakan? software bajakan?

Sekolah mana sih yang fasilitas lab-nya tidak pernah tersentuh OS dan software bajakan? ga hanya di tingkat es de saja.. bahkan masih banyak universitas yang masih memanfaatkan OS bajakan…hehehe !

Dari pengguna internet (orang kantoran, siswa, guru, dosen de el el), siapa sih yang belum pernah ngunduh mp3 ilegal? film ilegal? e-book ilegal? gambar ilegal? iya, gambar… gak hanya lagu dan film aja yang ada lisensinya kan :D

Udah ah.. jangan diambil pusing, ini cuman suara hati dari seorang “maling” yang baru saja kemalingan… So, terbukti kan kalo ga ada maling yang ga marah kalo kemalingan huehuehuehe….

Halah!